Kotagede

Kotagede merupakan Salah satu kawasan wisata budaya jogja dan sejarah yang harus masuk ke dalam daftar piknik traveler di Jogja adalah Kotagede. Tujuan wisata yang merupakan wilayah kecamatan ini menyimpan banyak cerita historis, mulai dari berkembangnya Islam di pulau Jawa hingga terpecahnya Keraton Yogyakarta dengan Keraton Surakarta. Pada zaman Kerajaan Mataram, Kotagede yang dalam bahasa jawa berarti kota yang besar merupakan ibukota kerajaan. Tak heran, pada zaman berjayanya Kerajaan Mataram, daerah ini berkembang dengan sangat pesat dibanding daerah lainnya. Hingga kini, banyak bangunan maupun kawasan yang dicagar sebagai peninggalan budaya dan sejarah dari abad 16.

Masjid Agung Kotagede, pict from ig @obiy_guitar

Masjid Agung Kotagede, pict from ig @obiy_guitar

Masjid Agung Kotagede

Salah satu peninggalan yang masih kental dengan nuansa Kerajaannya adalah Masjid Agung Kotagede. Tempat ini merupakan masjid tertua di Yogyakarta. Nuansa kuno masjid ini tampak dari desain arsitekturnya yang membaur dengan pura umat Hindu, kepercayaan masyarakat sebelum masuknya Islam. Menurut sejarah, Kerajaan Mataram Hindu yang sempat berkuasa seantero Jawa ini mulai menyebarkan Islam pada masa kepemimpinan Panembahan Senopati.

Spot Wisata Kotagede

Spot selanjutnya yang dapat traveler kunjungi di kawasan kota tua ini yaitu Pasar Kotagede.  Pada hari Legi, menurut kalender jawa, pasar ini mendadak lebih ramai dari hari – hari biasanya, karena itulah warga juga menyebutnya Pasar Legi. Tak jauh dari pasar, traveler akan menemukan komplek Makam Raja – Raja Mataram yang dijaga oleh para Abdi dalem selama 24 jam. Makam ini terletak kurang lebih 100 meter di selatan Pasar Legi. Di makam inilah beberapa Raja yang pernah memimpin Mataram disemayamkan, diantaranya Ki Gede Pemanahan, Sultan Hadiwijaya, dan Panembahan Senopati. Saat memasuki komplek makam ini, suasana zaman kerajaan langsung terasa karena sambutan gapura yang penuh ukiran dengan pintu kayu yang besar. Makam raja ini dibuka hanya pada hari Minggu, Senin, Rabu, dan Kamis pukul 08.00 – 16.00.

Nuansa gang Kotagede, pict from blog.gogonesia.com

Nuansa gang Kotagede, pict from blog.gogonesia.com

Di depan kawasan makam Raja – Raja, traveler dapat menelusuri rumah – rumah dengan nuansa jawa kuno. Kurang lebih 50 meter dari seberang makam Raja, traveler akan menjumpai kawasan rumah bertulis “cagar budaya”. Uniknya, rumah – rumah yang membawa kita pada suasana beratus – ratus tahun yang lalu ini masih terpelihara dengan baik sebagai tempat tinggal. Karena keunikannya, kawasan ini seringkali dipakai sebagai lokasi prewedding maupun setting iklan.

 

Selain kawasannya yang masih sangat njawani, Kotagede juga dikenal sebagai daerah pengrajin perak. Nah, sebagai penutup kunjungan Anda di Kotagede, traveler dapat berburu souvenir kerajinan perak. Terdapat bermacam souvenir dari perak yang dapat Anda bawa sebagai cinderamata. Misalnya, wayang yang terbuat dari perak maupun sekedar gantungan kunci berbentuk tugu yang terbuat dari perak.

Pengrajin Perak Kotagede, pict from blog.gogonesia.com

Pengrajin Perak Kotagede, pict from blog.gogonesia.com

 

Lokasi dan Retribusi Kotagede

Kotagede merupakan sebuah kecamatan yang berlokasi kurang lebih 5 km dari pusat Kota Yogyakarta. Lokasi ini tidak sepenuhnya dikelola sebagai kawasan wisata, hanya merupakan pemukiman warga dengan aktivitas sehari – hari seperti biasanya. Untuk itu, tidak ada retribusi atau biaya tiket masuk. Traveler hanya akan dikenakan biaya parkir kendaraan saja.  Jika Anda mengunjungi Kotagede bersama rombongan, ada baiknya menggunakan jasa sewa mobil jogja atau rental mobil elf jogja agar lebih hemat dan efektif. Traveljogja.net siap menemani dan memberikan pelayanan secara profesional sekaligus lokasi wisata recommended lain di sekitarnya seperti Tebing Breksi, Candi Ratu BokoKalibiru, Pinus Pengger, Rumah Hobbit, Air Terjun Lepo dll. Trust us to handle your safe trip!

Join This Conversation