Sate Klathak Pak Bari

Bagi Anda yang sudah menyaksikan romance Indonesia AADC yang sempat heboh tahun ini, Anda tentu tidak asing dengan kuliner sate klathak. Sate kambing muda yang disajikan secara unik ini menjadi semakin tenar sebagai salah satu kuliner Yogyakarta setelah dikunjungi oleh Mbak Cinta dan Mas Rangga. Ternyata, Mira Lesmana, produser Ada Apa Dengan Cinta, telah sejak lama mengidolakan Sate Klathak Pak Bari. Oleh karena itu, sang produser tenar di Indonesia ini memilih lokasi tersebut sebagai salah satu setting tempat yang dikunjungi Cinta dan Rangga dalam perjalanan mereka di Jogja yang penuh kegalauan.

Sate Klathak Pak Bari in AADC2 pict from travel.dream.co.id

Sate Klathak Pak Bari in AADC2 pict from travel.dream.co.id

Sate Klathak Pak Bari

Sate Klathak disajikan dan dibakar secara unik. Jika sate pada umumnya ditusuk menggunakan bambu atau lidi, sate ini ditusuk dengan ruji karena dapat menghantarkan panas. Tak heran, meskipun potongan daging kambingnya relatif lebih besar dari pada sate kambing pada umumnya, sate ini memiliki tekstur yang empuk dan lembut karena kematangan yang merata. Bumbu sate ini pun cenderung sederhana, yaitu garam dan merica. Maka, biasanya sate klathak disajikan berdampingan dengan kuah gulai untuk memperkaya cita rasanya.

 

Lokasi Sate Klathak Pak Bari

Di sekitar Jl. Imogiri, traveler dapat dengan mudah menemukan warung yang menjajakan sate klathak. Namun, setelah muncul di layar lebar, warung sate milik Pak Bari menjadi yang paling tenar. Bahkan menurut Pak Bari, penjualannya telah meningkat 100%. Jika sebelumnya ia hanya menjual 50 kg daging kambing muda hingga pukul 2 pagi, kini 100 kg daging kambingnya seringkali habis sebelum jam 21.00. Jadi, jika traveler ingin mencicipi kelembutan daging kambing usia 8 – 9 bulan ala Pak Bari, Anda harus bersiap mengantri.

 

Sate Klathak, pict from imgrum @nongkrongasikjogja

Sate Klathak, pict from imgrum @nongkrongasikjogja

Sejarah Sate Klathak Pak Bari

Sate Klathak Pak Bari telah dijajakan secara turun temurun selama tiga generasi. Generasi pertama yaitu Mbah Ambyah, simbah Pak Bari yang menjajakan sate ini secara berkeliling dengan rombong satenya sejak sebelum kemerdekaan Indonesia. Generasi kedua yaitu ayah Pak Bari, Pak Wakidi yang berinisiatif membeli salah satu ruko di Pasar Jejeran Wonokromo untuk menjual satenya. Setelah mencoba berpindah ke beberapa ruko lain, ruko yang ditempati Pak Bari sekarang lah yang ternyata paling strategis dan menghasilkan banyak pelanggan.

 

Lokasi Klathak Pak Bari

Sate Klathak Pak Bari berlokasi di Pasar Wonokromo, Jl. Imogiri Timur Km 10, Pleret, Bantul. Pasar ini biasanya dikenal sebagai tempat jual beli suku cadang motor di siang hari. Pak Bari mulai membuka warung satenya setelah maghrib, tepatnya pukul 18.30 sampai habis. Selain sate klathak, Pak Bari juga menawarkan menu kambing muda lainnya di antaranya tongseng dan gule kambing.

 

Harga Klathak Pak Bari

Traveler cukup merogoh kocek sebesar Rp. 20.000 untuk dapat menikmati seporsi nasi putih, sate klathak, kuah gulai, dan segelas es teh, teh panas, es jeruk, atau jeruk panas. Satu porsi sate klathak ala Pak Bari biasanya hanya terdiri dari dua tusuk sate. Rasanya terlalu sedikit, ya? Tapi ternyata dua sampai tiga tusuk daging kambing merupakan rekomendasi banyaknya daging kambing yang dapat dikonsumsi dalam sehari karena jika lebih, maka dapat meningkatkan resiko hipertensi. Lagi pula, potongan daging sate ini pun cenderung lebih besar dibanding sate kambing pada umumnya. Tergiur untuk mencicipinya? Traveljogja.Net siap menemani dan mengantarkan perjalanan Anda.

Join This Conversation